![]() |
Ilustrasi pementasan teater (sumber: kinibisa.com) |
PROSES PRODUKSI PERTUNJUKAN TEATER
Dalam struktur organisasi teater orang yang sangat berperan penting
dalam mewujudkan pementasan teater adalah pimpinan produksi atau lebih dikenal
dengan producer. Ia adalah orang yang merencanakan, mengatur orang temasuk
memilih sutradara, dan seluruh crew atau awak produksi. Pimpinan produksi juga
bertanggung jawab dalam mencari dana untuk membiayai semua kegiatan pelatihan,
pementasan, dan marketing atau penjualan pementasan teater bekerjasama dengan
semua crew pimpinan produksi (Beck, Roy A. et all (1988).
Pimpro juga bertugas memilih sutradara, menentukan naskah,
mengestimasi keperluan penonton. Sedangkan sutradara secara khusus menyiapkan
aktor dan tim artistik pada suatu pementasan. Dalam pementasan teater,
berdasarkan diagram di atas, maka tugas sutradara adalah mengubah naskah yang
ditulis pengarang menjadi pertunjukan teater tanpa mengurangi isi, tema, dan
maksud tujuan pengarang.
1.
Analisisis Naskah dan
Kelayakan Pementasan Teater
Naskah drama memiliki tingkat kesulitan yang berbeda ketika
dipentaskan. Oleh karena itu seorang sutradara harus mampu memilih naskah
berdasarkan tema yang akan disampaikan, siapa yang akan menonton, dan tingkat
kesulitan aktor mementaskan naskah drama tersebut. Unsur-unsur teatrikal yang
kemungkinan besar bisa disajikan di panggung. Dialogdialog disesuaikan dengan
tuntutan lakon dan diusahakan sehidup mungkin. Bahkan sutradara dapat
mengkreasikan dialog yang ditulis pengarang untuk mewujudkan aspek tetrikal di
panggung. Oleh karena itu, drama yang pantas dipentaskan di panggung adalah
drama yang banyak memiliki unsur teatrikal yang memberi kesempatan sutradara
untuk melakukan inovasi di panggung dengan para aktor.
a.
Kriteria Kekuatan
Kelayakan Naskah Drama
Naskah yang dapat dipentaskan di
panggung adalah naskah yang durasinya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu
pendek.Untuk para pemula yang mementaskan naskah drama durasi antara 60-90
menit adalah ideal dalam sebuah pementasan. Namun, jika durasinya lebih dari
120 menit perlu penggarapan lebih serius agar penonton tidak merasa bosan.
Naskah drama yang pantas dipentaskan
adalah naskah drama yang tidak hanya memperhatikan dialog saat pementasan, namun
juga memperhatikan dialog-dialog yang kontekstual sesuai tunutan zaman yang
diubah dari naskah tanpa menyimpang dari maksud penulis. Naskahnaskah drama
karya N. Riantiarno, Rendra, Arifin C. Noor, Radhar Panca Dahana, Seno Gumira
A., Putu Wijaya adalah beberapa contoh naskah drama teatrikal yang pantas
dipanggungkan.
b.
Penonton (tingkat
pendidikan, tempat dan lingkungan pertunjukan)
Tingkat pendidikan penonton merupakan
variabel yang harus diperhitungkan dalam pementasan drama. Naskah drama yang
akan dipentaskan untuk remaja harus memiliki nilai edukasi dan dapat memberikan
motivasi. Naskah drama yang dipentaskan untuk mahasiswa dan penonton terdidik
harus mampu memberi pencerahan dan kritik atas apa yang terjadi di masyarakat.
Drama yang dipentaskan untuk kaum buruh, petani dan pedagang mampu memberi
informasi tentang pentingnya berjuang. Sebagai contoh, naskah drama Marsinah
Menggugat karya Ratna Sarumpait dapat dipentaskan dengan setting penonton
berbagai latar belakang karena memuat informasi tentang ketidakadilan dan
represi yang dilakukan oleh penguasa. Naskah-naskah drama Arifin C. Noor dapat
membuat penonton merenungi apa arti sebuah kehidupan dalam berbagai setting,
seperti misalnya kolong jembatan dalam lakon RT Nol RW Nol.
c.
Faktor Pendukung
Pementasan (Sponsorship, peralatan pentas)
Faktor pendukung dalam pementasan drama
adalah penonton. Penonton yang membayar tiket sebagai variabel yang harus
diperhitungkan. Makin bermutu sebuah pementasan makin banyak penonton yang
dihadirkan. Hal itu terkait dengan jenis naskah yang dipentaskan, penulis
naskahnya, dan kepopuleran aktor. Seorang sutradara yang baik harus mampu
menggaet aktor terkenal untuk menyedot penonton. Kolaborasi antara aktor
terkenal dengan aktor lokal dapat menarik jumlah penonton. Perusahaan, media
massa, dan lembaga masyarakat dan lembaga komersial dapat menjadi pendukung
memberi sponsor pertunjukan. Namun, hal yang harus dihindari adalah
menawar-nawarkan proposal kepada pihak lain yang belum dikenal. Seorang
pimpinan produksi memiliki tim marketing untuk mencari sponsor pertunjukan.
Sponsor dapat berupa uang maupun barang.
No comments
Post a Comment